Halo Sobat ! | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer




Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

Kisah Inspiratif " Pesan Sang Ayah "

Kamis, 30 Oktober 2014

Dahulu kala ada dua orang kakak beradik. Sebelum meninggal, ayah mereka berpesan ayah mereka berpesan dua hal:
1. Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.
2. Jika mereka pergi dari rumah ketoko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan  kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :
Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau pergi atau pulang dari rumah ketoko dan sebaliknya tidak boleh terkea sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jala kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demekian makaakibatnya pengeluaranku bertambah banyak. Kepada anak yang sulang yang bertambah kaya, sang ibupun bertanya hal yang sama.

Jawab anak sulug :
Ini semua adalah karena saya menaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak meghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ketoko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ketoko sebelum terbit matahari dan pulang ketika sinar matahari sudah terbenam. Akibatya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadai laris karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Pesa yang bisa kita dapatkan dari kisah ini :
Meunjukan bagaimana sebuah kalimat dianggapi dengan persepsi yang berbeda jika kita melihat dengan sikap positif maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita. Pilihan ada ditangan kita. 

Semoga kisah ini bisa bermanfaat buat kita. Amin....

Kisah Inspiratif " Sudut Pandang "

Rabu, 29 Oktober 2014

Seorang ahli ekonomi diminta untuk berbicara kepada sekelompok pengusaha. Dia memasang selembar kertas putih yang lebar. Lalu dia menggambar lingkaran kecil berwarna hitam dan  bertanya kepada seorang pria yang duduk dibarisan depan tentang apa yang dilihat dari kertas itu.

Pria itu menjawad dengan cepat, " Lingkaran Hitam " Pembicara itu bertanya lagi kepada setiap orang yang ada diruangan itu dengan pertanyaan yang sama dan masing-masing mejawab, " Lingkaran Hitam "Dengan tenang dan dengan memberikan tekanan, pembicara itu berkata, " Ya, memang ada lingkaran hitam, tapi tidak seoragpun menyebutkan selembar kertas putih yang lebar. Justru itulah topik pembicaraan saya".

Pesan yang bisa kita tagkap dalam kisah ini yaitu kita jangan fokus ke suatu hal yang menarik atau lebih utama, lihatlah disekeliling yang sebenarnya itu jawaban dari suatu permasalahan.

Kisah Wafatnya Sayyidina " Umar bin Khatthab "

Selasa, 28 Oktober 2014


Bulan Dzulhijjah dalah bulan dimana Sayyidina ' Umar bin Khatthab' gugur sebagai syahid dalam usia 63 tahun.beliau gugur saat melakukan shalat karena tikaman Abu'Lulu seorang budak majusi milik Al Mughirah din Syu'bah. Abu'Lulu meikam umar tepat setelah beliau mengucapkan takbiratul ihram.

Dalam peristiwa ini ternyatta Abu'Lulu berhasil meinimak 13 kaum muslimin yang ikut shalat berjama'ah dimana 6 diantara mereka meninggal dunia. Abu'Lulu sendiri akhirnya mati bunuh diri saat merasa tidak lolos dari tangkapan kaum muslimin. Kematia Umar adalah musibah terbesar yang dialami kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Wafatnya Sayyidina Umar bin Khatthab dengan cara seperti ini sebenarnya adalah berkat do'a beliau yang ingin meninggal duia sebagai syahid. Abu Shalih Assaman meuturkan bahwa Ka'b Al Ahbar berkata kepada 'Umar. '' Saya menemukan informasi tentang dirimu dalam Taurat bahwa egkau akan terbunuh sebagai syahid.'' ''Bagaimana mungkin aku mati syahid sedang aku dijazirah Arab,'' jawab Umar. Aslam berkata sebagaimana dalam riwayat Imam Al Bukhari bahwa Umar berdoa, ''Ya Allah, berilah aku anugerah mati syahid di JalanMu dan jadikan kematianku berada dinegara Rasul-Mu.'' Doa' Umar ternyata dikabulkan Allah, beliau mati syahid bukan dimedan perang diluar Madainah tetapi justru diMadinah yang notabene ibukota kaum muslimin saat itu.

Sebelum wafat, 'Umar memanggil putranya Abdullah bin umar untuk meminta izin keada Sayyidah'Aisyah agar diperbolehkan dikebumikan bersama Rasullullah dan Abu Bakar. Sayyidah'Aisyah mengabulkan permintaan 'Umar meskipun sesungguhnya beliau ingin dikuburkan ditempat tersebut bersama suaminya, Rasullullah dan ayahnya, Abu Bakar. Setelah mendengar Sayyidah'Aisyah mengizinkan, Umar berkata ''Alhamdulillah, tidak ada sesuatu yang sangat aku harapkan kecuali mendapat izin dari Sayyidah'Aisyah ( untuk dikubur bersama Rasulullah dan Abu Bakar).

Menurut Abuya Sayyid Muhammad 'Alawi dalam kitabnya Mahafim, keinginan umar tidak bisa ditafsirkan kecuali sebagai bentuk tawasul kepada Rasulullah sepeinggal beliau dengan mengharap keberkahan berada dekat beliau SAW.

Kisah Inspiratif " Melihat Kotoran "


Komplex Duke Devonshire Di Inggris memiliki banyak lukisan berharga dan terbuka untuk umum.Suatu hari ada sekelompok orang berjalan-jalan diruangan yang luas sambil meikmati lukisan-lukisan yang ada. Ada seorang wanita yang tidak pernah berbicara satu katapun melainkan melalui terus menerus mendekati sebuah lukisan dan mengamatinya dengan teliti. Setelah beberapa saat, ada seseorang meminta pendapat.

Wanita itu tentang semua lukisan yang berada disana. Dia berkata dengan semangat.'' sempurna... saya tidak bisa menuangkan seberkas debu pun dalam lukisan-lukisan itu.''

Pesan dari kisah ini adalah :
Betapa seringnya kita melihat keindahan hidup karena kita begitu bermaksud untuk menemukan kesalahan-kesalahnya.

Tips Aman Mengkonsumsi Mie Instan

Siapa tidak kenal mi instan? Makanan ekonomis yang mudah dan cepat dibuat serta memiliki variasi rasa yang luas. Di kala waktu terbatas dan sibuk atau sore-sore saat hujan atau menemani nonton bola di malam hari, sajian mi instan seringkali memang tidak tergantikan. Dan yang pasti, konsumsi mi instan memang membuat kangen dimana pun kita berada.
Karena makanan ini termasuk makanan yang cukup banyak dan rutin dikonsumsi luas serta sudah mendapat tempat di hati kita semua, maka sudah seharusnya kita semua mengetahui konsekuensi kesehatan yang mungkin terjadi ketika mengkonsumsi mi instan.
kali ini saya ingin berbagi tips mengenai cara aman mengkonsumsi mie instan. Produk makanan berkemasan tentunya tetap memiliki resiko bagi kesehatan tubuh manusia karena zat-zat kimia yang terkandung didalamnya tidak dapat diproses oleh tubuh secara alami. Penumpukan zat-zat kimia ini dalam jangka waktu tertentu pastinya akan berdampak pada kesehatan tubuh manusia itu sendiri.

Oleh karena itu dibawah ini saya berikan beberapa tips aman apabila kita ingin mengkonsumsi mie instan. Ya meskipun tips ini tidak bisa mencegah 100 persen tubuh kita terhindar dari resiko yang ada, setidak-tidaknya hal itu bisa meminimalisir resiko tersebut.

Tips Pertama : Buang Air Rebusan Mie Instan yang Pertama

Dalam mie instan terkandung zat lilin (wax) yang melapisi sehingga produk tersebut bisa tahan disimpan untuk beberapa waktu. Coba diperhatikan pada saat kita merebus mie instan, apa yang akan terjadi pada air rebusan mie instan tersebut? Yang pasti warnanya akan berubah dari yang awalnya tidak berwarna (bening), ketika mie instan dimasukkan untuk direbus maka warna airnya akan berubah menjadi warna KUNING. Warna kuning itu timbul dikarenakan lapisan lilin (wax) yang dikandung mie instan tersebut luntur dan larut kedalam air rebusannya. Tidak terbayangkan jika air rebusan tersebut kita minum bersama mie instannya, makanya buanglah air rebusan pertama dan ganti dengan air yang baru (sebaiknya menggunakan air yang telah matang karena tidak perlu menunggu sampai mendidih untuk merebusnya).

Tips Kedua : Masukkan Bumbu ketika Mie Instan sudah Masak

Pernahkah Anda membaca mengenai aturan memasak mie instan yang tertera dibagian belakang bungkusannya? Kalau belum pernah membacanya, ini saya tuliskan kembali aturan-aturan memasaknya yang saya ambil dari salah satu produk mie instan goreng.

Cara Penyajian:

Rebus mie dalam 400 cc (2 gelas) air mendidih selama 3 menit sambil diaduk.
Sementara mie direbus, campurkan bumbu dan bubuk cabe kedalam mangkok.
Tuangkan mie dan kuahnya ke dalam mangkok, aduk dengan bumbu hingga merata.
Mie lezat siap disajikan.
Nah, coba lihat pada poin kedua dan ketiga dimana bumbu dan bubuk cabe yang ada tidak dimasukkan ketika mie sedang direbus melainkan ditaruh dulu di mangkok baru kemudian mie yang telah direbus dimasukkan kedalamnya. Sebenarnya cara penyajian seperti itu memiliki arti tersendiri karena menurut infonya ternyata dengan merebus bumbu mie yang mengandung unsur MSG (Monosidium Glutamate), akan timbul senyawa baru berupa toksin (racun) yang dapat berbahaya bagi tubuh manusia. Belum dapat dikonfirmasi apakah pernyataan ini benar atau tidak namun yang penting tidak ada ruginya untuk mengikuti cara penyajian yang telah ditentukan kan? Toh rasanya juga tidak akan berubah.

Tips Ketiga : Jangan Terlalu Rutin Mengkonsumsi Mie Instan

Karena mengandung unsur-unsur kimia seperti lilin (wax) dan MSG yang tidak dapat diproses tubuh secara alami, maka dibutuhkan waktu sekitar 3 x 24 jam agar semua unsur kimia tersebut larut dan bisa terbuang dengan sempurna. Oleh karena itu, jangan terlalu sering mengkonsumsi mie instan karena secara sedikit demi sedikit unsur-unsur kimia yang belum habis terproses akan terus menumpuk ditubuh kita. Tumpukan ini biasanya akan menjadi sel penyakit di periode yang akan datang. Maka jangan heran kalau ada seseorang yang terkena kanker padahal tidak memiliki asal usul penyakit kanker dalam keturunan keluarganya. Bisa jadi sel kanker tersebut muncul dari tumpukan zat-zat kimia sisa tersebut.

Demikian beberapa tips mengkonsumsi mie instan yang aman dari saya. Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Terima kasih…

34 mentri di kabinet kerja jokowi priode 2014-2019

Senin, 27 Oktober 2014

1. Sekretaris Negara, Pratikno
2. Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago
3. Menteri Kemaritiman, Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata, A Yahya
7. Menteri ESDM, Sudirman Said
8. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatikan, Rudiantara
14. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Crisnandi
15. Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan, Bambang Sumantri Brodjonegoro
17. Menteri BUMN, Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM, AA Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian, Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel
21. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat, Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaja
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Musyidan Baldan
26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani
27. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial, Khofifah Indra Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan  Dasar Menengah, Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Dikti, M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrawi
34. Menteri PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar

dua mentri yang berasal dari daerah brebes